Pengertian Teks Negosiasi, Struktur, Ciri, Analisis dan Fungsinya

Teks Negosiasi 1
Teks Negosiasi 1

Selamat pagi semua! Alhamdulillah, pada kesempatan pagi ini, kita kembali bertemu dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Ibu akan membahas sebuah topik yang menarik, yaitu “Teks Negosiasi.” Sebelum kita memahami konsep dan strategi dalam teks, mari kita simak penjelasan dari Ibu.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali terlibat dalam situasi negosiasi, baik itu dalam berbelanja di pasar, meminta uang jajan tambahan dari orang tua, atau dalam dunia kerja. Teks negosiasi menjadi kunci untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Ibu akan membahas ciri kebahasaan, struktur, dan strategi yang terkandung dalam teks.

Baca juga : Mengindentifikasi Ciri Objek, Tujuan, Contoh dan Isi Teks Deskripsi

Apa itu Teks Negosiasi?

Negosiasi, pada dasarnya, adalah proses tawar-menawar antara dua belah pihak. Ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti antara penjual dan pembeli, orang tua dan anak, atau di dalam dunia pekerjaan. Jangan salah, meskipun kita terlibat dalam proses tawar-menawar, bukan berarti ada pihak yang harus kalah atau menang. Kesepakatan diambil dari kedua belah pihak.

Pentingnya Teks Negosiasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Teks negosiasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam setiap interaksi, terutama dalam transaksi jual beli, keterampilan negosiasi dapat membantu kita untuk mendapatkan harga terbaik dan menjalin hubungan yang saling menguntungkan. Misalnya, ketika berbelanja di pasar, seperti dalam percakapan sebelumnya, pembeli aktif mencoba mendapatkan penawaran terbaik dari penjual.

Struktur Teks Negosiasi

Teks negosiasi memiliki struktur yang terdiri dari orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan. Pada bagian orientasi, kita melihat percakapan awal antara pembeli dan penjual. Kemudian, terdapat pengajuan dari pembeli, diikuti penawaran dari penjual. Kesepakatan atau persetujuan menjadi hasil akhir dari proses negosiasi.

Ciri Kebahasaan dalam Teks Negosiasi

  1. Bahasa Santun: Penggunaan bahasa yang sopan dan santun adalah ciri khas teks negosiasi. Ungkapan seperti “tolong,” “silahkan,” dan “maaf” menciptakan suasana komunikasi yang baik.
  2. Kalimat Persuasif: , seringkali kita temui kalimat-kalimat persuasif yang membujuk atau merayu. Contohnya, “Boleh kurangkan, Bang, belum boleh bu.”
  3. Pemakaian Pronomina: Penggunaan kata ganti (pronomina) seperti “saya,” “kamu,” dan “mereka” memperjelas siapa yang terlibat dalam negosiasi.
  4. Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Penggunaan kalimat langsung, ditandai dengan tanda petik dua, dan kalimat tidak langsung memberikan variasi dalam penyampaian pesan.

Analisis Teks Negosiasi

Mari kita cermati sebuah percakapan antara pembeli dan penjual mengenai harga mangga. Dalam percakapan tersebut, terlihat jelas bagaimana orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan terjadi secara berurutan. Pembeli berusaha mempengaruhi penjual dengan kalimat persuasif dan tawar-menawar yang bijak. Hal ini mencerminkan kecerdasan komunikatif dalam menghadapi situasi negosiasi.

Strategi Tawar-Menawar yang Efektif

  1. Berikan Alasan yang Logis: Saat menawar harga, sertakan alasan yang masuk akal. Seperti yang terlihat dalam contoh, pembeli menyebutkan bahwa lagi musim mangga.
  2. Pertahankan Kebijakan Santun: Meskipun tengah melakukan tawar-menawar, tetap menjaga kebijakan santun. Ungkapan sopan seperti “belum boleh bu” tetap diperhatikan.
  3. Berperspektif Win-Win: Pahami bahwa negosiasi seharusnya menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Tidak ada pihak yang dirugikan.

Baca juga : Pengertian,Tujuan,Struktur,Ciri-Ciri Dan Kaidah Teks Eksplanasi

Dengan memahami teks tersebut, kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai alat untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat berbelanja, tetapi juga sebagai keterampilan komunikasi yang berharga. Semoga penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang teks negosiasi. Jika ada pertanyaan atau materi yang belum dipahami, jangan ragu untuk bertanya kepada ibu atau kepada guru bahasa Indonesia masing-masing.

Terima kasih atas perhatiannya. Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh.