Sistem Ekskresi Pada Manusia: Pengertian dan Organ Penyusun

Sistem Ekskresi Pada Manusia – Salah satu organ yang sangat penting pada manusia adalah ginjal. Organ ini memegang peranan penting dalam menyaring zat-zat sisa metabolisme. Seorang ilmuwan inggris bernama Sir William Bowman dalam penelitian mengenai ginjal. Mengindentifikasi sistem ekskresi pada ginjal yaitu struktur nefron pada ginjal yang dikenal dengan kapsula bowman.

gambar sistem ekskresi pada manusia

Pengertian Sistem Ekskresi

Sistem Ekskresi adalah sistem organ yang berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa atau sampah dari metabolisme dalam tubuh kita. Perbandingan 2 sistem pengeluaran lainnya yaitu :

  • Sekresi adalah pengeluaran zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya Enzim, Hormon, Air liur.
  • Defekasi adalah pengeluaran zat-zat sisa pencernaan makanan atau sering disebut dengan feses yaitu Buang air besar.

Organ – Organ yang terdapat pada Ekskresi adalah :

  1. Ginjal
  2. Kulit
  3. Paru-paru
  4. Hati

berikut penjelasan sistem ekskresi pada manusia !

Baca juga : Contoh Soal IPA SD Tentang Ciri Khusus Makhluk Hidup Beserta Jawabannya

Ginjal

Ginjal berfungsi sebagai :

  • Menyaring darah
  • Menjaga tekanan Osmosis darah
  • Menjaga PH darah
  • Menghasilkan Urin

Ginjal memiliki bagian-bagian seperti Korteks, Sumsum Ginjal dan Rongga untuk mengumpulkan urine, Kemudian keluar dari ginjal terdapat saluran yang disebut dengan ureter. Pada bagian Korteks terdapat jutaan unit penyaring yang disebut dengan nefron. Neforn ginjal mempunyai bagian seperti Glomelurus, Kapsula Bowmon, Tubulus Kontortus Proksimal yang melengkung di bagian lengkung henle kemudian ada Tubulus Kontortus Distal. Setelah itu urine – urine yang terbentuk akan dikumpulkan di tubulus kolektivus untuk disalurkan ke ureter.

Tahapan pembentukan urine yaitu :

1 – Filtrasi

Filtrasi adalah penyaringan darah, protein dan sel-sel darah. Jadi protein dan sel-sel darah tidak boleh keluar bersamaan dengan urine. Proses ini terjadi di glomerolus dan menghasilkan urine primer. Selanjutnya setelah dari urine primer masuk ketahap 2 yaitu Reabsorbsi.

2 – Reabsorbsi

Reabsorbsi adalah penyerapan kembali glukosa dan asam amino atau zat-zat yang lain yang masih dibutuhkan. Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal dan menghasilkan urine sekunder.

3 – Augmentasi

Augmentasi yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh seperti urea dari hati, amonia, kreatin, garam, vitamin serta racun yang berlebih. Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan menghasilkan urine jadi atau urin yang sesungguhnya.

Kulit

Fungsi kulit dalam sistem ekskresi adalah mengeluarkan keringat. Keringat sendiri berisi garam-garam, urea serta air. Selain untuk ekskresi juga pengeluaran keringat berfungsi untuk menjaga suhu tubuh.

jelaskan fungsi sistem ekskresi pada manusia

Kulit adalah lapisan terluar tubuh yang terdiri dari 3 lapisan yaitu Epidermis, Dermis dan Hipodermis.

1 – Epidermis

Epidermis merupakan lapisan terluar. Epidermis terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

  • Lapisan Tanduk yaitu apisan terluar epidermis tersusun atas sel-sel kulit mati yang selalu mengelupas.
  • Lapisan Malpighi yaitu terletak dibagian bawah lapisan tanduk dan tersusun atas sel-sel yang selalu membelah dan sel sel berpigmen.

2 – Dermis

Sistem ekskresi terdapat dilapisan dermis ya teman-teman. Lapisan dermis terbagi menjadi 4 bagian yaitu :

  • Kelenjar keringat berfungsi untuk menghasilkan keringat dan bermuara pada proi-pori kulit.
  • Kelenjar Minyak berfungsi untuk menghasilkan minyar agar rambut tetap lembab.
  • Pembuluh darah berfungsi untuk mengalirkan darh ke semua sel – sel
  • Ujung- ujung saraf berfungsi untuk saraf menerima rangsang panas, dingin, nyeri, sentuhan dan tekanan.

3 – Hipodermis/Subkutan

Hipdermis atau subkutan merupakan lapisan kulit terbawah. Dilapisan ini terdapat jaringan lemak atau disebut dengan adiposa yang berfungsi untuk menjaga tubuh tetap hangat dan cadangan makanan.

Paru – Paru

Paru – paru merupakan alat untuk bernafas yang terdapat dirongga dada sepasang dan berfungsi untuk Menghirup Oksigen yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi. Selain menghasilkan energi ternyata paru-paru juga melepaskan zat sisa yaitu karbon dioksida (CO2) dan uap air (H2O).

Reaksi respirasi yaitu Glukosa + O2 akan menghasilkan CO2 + H2O + Energi. Enerhi akan digunakan untuk kita beraktivitas sedangkan karbon dioksida dan uap air dikeluarkan oleh paru-paru.

Hati

Organ Ekskresi yang teakhir adalah hati. Hati adalah kelenjar terbesar didalam tubuh kita yang memiliki banyak fungsi, seperti :

  • Penawar Racun
  • Merombak sel darah merah
  • Merombak protein yang berlebih
  • Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Merubah Pro vitamin A menjadi Vitamin A

Tetapi, yang merupakan fungsi dari ekskresi dari hati yaitu merombak sel darah merah tua dan merombak protein yang berlebih. Sel darah merah yang sudah tua (120 hari) akan diuraikan sehingga menghasilkan getah empedu.

Sel darah merah yang yang dirombak itu akan melepaskan hemoglobin lalu hemoglobin di pecah menjadi Bilirubin. Bilirubin sendirri akan dipecah lagi menjadi urobilin (pewarna urin) dan sterkobilin (Pewarna feses). Sehingga apapun makanan kita urine kita tetap berwarna kuning dan feses juga berwarna kunis kecoklatan.

Kemudian protein yang berlebihan akan diuraikan oleh hati dan membentuk urea. Urea tersebut akan disalurkan ke ginjal dan kulit untuk dibuang bersama urin dan keringat.

Gangguan – Gangguan pada Sistem Ekskresi

Gangguan pada sistem ekskresi adalah :

  • Batu ginjal : tumpukan kalsium yang mengeras di medula ginjal
  • Nefritis : Peradangan pada nefron akibat infeksi bakteri streptococuss
  • Albuminuria : urin mengandung protein akibat kerusakan glomerolus
  • Poliuria : Kekurangan hormon ADH sehingga urin menjadi sangat banyak
  • Hematuria : Urin mengandung sel – sel darah

Ginjal yang rusak total (gagal ginjal) dapat diatasi dengan Hemodialisis (Cuci darah) atau transplantasi ginjal

Gangguan sistem ekskresi pada organ lain, yaitu :

  • Scabies (Kudis), Panu, Kurap yaitu infeksi jamur yang terjadi pada kulit dan mengakibatkan gatal-gatal.
  • Pneumonia yaitu infeksi bakteri pneumonia diparu – paru
  • TBC yaitu Infeksi bakteri Mycobacterium tubercolosis di paru-paru
  • Sirosis yaitu Pembengkakan Hati
  • Hepatitis yaitu Infeksi virus hepatitis dihati

Baca juga : Ragam Bahasa: Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri dan Contohnya

Menjaga Organ Ekskresi

Untuk mengaja organ ekskresi agar tetap sehat yaitu :

  • Tidak Menahan buang air kecil
  • Banyak minum air putih
  • Menjaga selalu kebersihan kulit
  • Menjaga ventilasi udara
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga pola beristirahat
  • Makan bergizi

Dengan melakukan hal-hal tersebut maka bukan hanya organ – organ ekskresi saja, organ – organ lainnya juga ikut terjaga dan sehat. Sekian penjelasan mengenai sistem ekskresi pada manusia, semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar