Perbedaan Etika dan Etiket

Halo sahabat semuanya, pada kali ini kita akan membahas tentang artikel pebedaan etika dan etiket. apa sih perbedaan dari kedua ini ? sama-sama berawalan E dan berbeda di akhiran. apakah pengertian nya sama atau memiliki perbedaan ?

nah pada artikel sebelumnya sudah dibahas tentang etika menurut beberapa ahli, sekarang sama hal nya dengan artikel sebelumnya. kita akan membahas perbedaan etika dan etiket menurut beberapa ahli lo, referensi nya sama ya guys.

selain itu disini tidak hanya membahas perbedaan nya saja, tetapi sekaligus membahas tentang pendekatan etika dan kategori Nisbi Etika.

PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET

secara umum, sebetulnya etika membicarakan tentang tingkah laku yang baik yang seharusnya dilakukan. Namun demikan, pembicaraan tentang etika juga tidak hanya sampai pada tingkah laku itu sendiri melainkan juga yang melatarbelakangi tingkah laku tersebut. Misalnya, ketika seseorang memberi sesuatu atau menerima sesuatu dari orang lain harus dengan tangan kanan,, bukan dengan tangan kiri, tentu hal tersebut ada dasarnya.

etika tidak hanya mempelajari tingkah laku manusia secara umum, tetapi juga mempelajari tingkah laku manusia dalam masyarakat tertentu. Hal terpenting bagi etika adalah mencari dasar dari tingkah laku yang ada. Hubungan antara tingkah laku dengan pemikiran yang mendasarinya dipandang penting untuk di pelajari.

mempelajari etika berarti mempelajari latar belakang yang mendasari tingkah laku manusia dalam masyarakat tertentu, sehingga akan daapt memahami segala tingkah laku yang tidak disenangi. sebaliknya, bagi yang belajar etika akan dapat menyesuaikan diri lebih cepat dalam pergaulan dengan masyarakat baru.

itulah sebabnya perilaku yang beretika sering kali diartikan sama dengan perilaku yang bermoral. hal itu sejalan dengan pengertian bahwa kata moral secara etimologis memiliki arti yang sama dengan kata etika, meskipun bahasanya berbeda. tindakan ataupun perilaku bermoral umumnya memilki sifat-sifat etis, antara lain :

  1. adanya kesadaran bahwa hidup, didalam masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama besarnya terhadap kemakmuran, keamanan, ketertiban, dan seterusnya yang tidak di limpahkan ke orang lain
  2. adanya pertimbangan untuk menentukan tindakan yang dianggap etis dan yang tidak etis, yang tidak etis jangan dilakukan
  3. kebahagian yang kita rasakan sedapat mungkin harus dirasakan pula oleh orang lain.
  4. sedangkan penderitaan yang kita alami sedapat mungkin jangan menyeret orang lain untuk ikut menderita.

Menurut Bertens (2007) pebedaan etika dan etiket yaitu :

ETIKAETIKET
Etiket menyangkut cara suatu perbuatan yang harus dilakukan. contohnya jika seseorang bertamu kepada orang lain, maka ia harus mengetuk pintu rumah atau mengucapkan salam terelbih dahulu dan masuk ruang tamu apabila sudah dipersilahkan masukEtika menyangkut permasalahan apakah suatu perbuatan boleh dilakukan atau tidak. mengambil barang milik orang lain tanpa izin, tidak di perbolehkan
Etiket hanya berlaku dalma pergaulan. Apabila tidak ada orang lain hadir atau tidak ada saksi mata, etiket tidak berlaku. contohnya, ada banyak peraturan etiket yang mengatur cara kita makan. Dianggap melanggar etiket, apabila kita makan sambil berbunyi, atau meletakkan kaki diatas meja.Etika selalu berlaku meskipun tidak ada saksi mata. Etika tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain. larangan mencuri selalu berlaku, entah ada orang lain atau tidak.
Etiket bersifat relatif. contohnya makan menggunakan tangan atau bersendawa saat makanEtika jauh lebih absolute. contohnya jangan mencuri, jangan berbohong, ini merupakan prinsip etika yang tidak bisa di tawar menawar
Etiket hanya berbicara tentang atau memandang manusia dari segi lahiriahsedangkan etika menyangkut manusia sebagai segi batiniah

PENDEKATAN ETIKA

Berdasarkan kriteria perilaku etis dan tidak etis maka dapat disimpulkan bahwa perilaku etis ataupun bermoral itu berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan. Nilai -nilai kemanusian itu pada hakikatnya adalah satu arti yaitu, bahwa semua manusia dimuka bumi adalah sama kemanusiannya.

hal ini semakin menegaskan bahwa keberadaan etika dapat dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentangb moralitas. Dengan kata lain, menurut Bertens (2007), etika merupakan ilmu yang menyelidiki tingkah laku moral. Tiga pendekatan etika meliput :

  1. etika deskriptif melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas, misalnya adat kebiasaan, anggapan-anggpaan tentang baik buruk, tindakan-tindakan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. etika deskripstif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu-individu tertentu, dalam kebudayaan-kebudayaan atau subkultur tertentu, dalam suatu periode sejarah dan sebagainya.
  2. Etika Normatif meninggalkan sikap netral berdasarkan pendiriannya atas norma. Norma-norma yang diterima dalam suatu masyarakat atau diterima oleh seorang filsuf, maka oleh orang atau filsuf lain masih bisa dipertanyakan apakah norma-norma itu benar atau tidak. etika normatif bertujuan merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan dengan cara rasional dan dapat digunkaan dalam praktik.
  3. Metaetika. Metaetika berawalan meta(dari bahasa Yunani), yang memilki arti melebihi atau melampaui. istilah ini diciptkan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara langsung, melainkan ucapan-ucapan dibidang moralitas. Metaetika mengarah perhatiannya kepada arti khusus dari bahasa etika.

KATEGORI NISBI ETIKA

kategori nisbi, secara umum etika dapat dipilah menjadi dua kategori (Tri Hendro, dkk, 2010) :

Nama KategoriPenjelasan
Etika UmumEtika ini berbicara mengenai normma dan nilai moral, kondisi-kondisi dasar bagi manusia unutk bertindak secara etis, bagaimana maunsia mengambil keputusan etis, teori-teori etika. etika umum sebagai ilmu atau filsafat moral dapat dianggap sebagai etika teoritis, kendati istilah ini sesungguhnya tidak tepat karena bagaimapun etika selalu berkaitan dengan perilaku dan kondisi praktik dan aktual manusia dalam kehidupannya sehari-hari dan tidak hanya sementara
Etika KhususEtika khusus adalah penerpan prinsip-prinsip atau norma moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika sebagai refleksi kritis rasional meneropongi dn menrefleksi kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada norma dan nilai moral yang ada, dan situasi khusus bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang dilakukan setiap orang dan kelompok orang dalam masyarakat.

nah sekian penjelasan dari saya tentang perbedaan etika dan etiket, pendekatan etika dan kategori etika nisbis. akhir kata selamat belajar

Exit mobile version