Pengertian Resensi, Tujuan, Sistematika & Kaidah Kebahasaan

Pengertian Resensi

    Kali ini kita akan membahas mengenai materi kelas 11 yaitu resensi mulai dari pengertian hingga ciri kebahasaan nya. Kalian pasti sudah akrab ya mendengar kata resensi?

    Jadi resensi itu kalau misalnya kalian masih ingat pernah dibahas di kelas 8 SMP, Nah sekarang di kelas 11 kita masih akan membahas mengenai resensi.

    Bagi yang mungkin masih lupa-lupa ingat tidak masalah, sekarang kita akan mengulang pelajaran resensi.

    Pengertian Resensi

    Jadi apa itu resensi? resensi itu berasal dari bahasa latin yakni revidere atau resencere, artinya adalah melihat kembali menimbang atau menilai.

    Jadi pengertian resensi adalah tulisan yang berisi tentang pertimbangan dari buku atau sebuah wawasan tentang baik atau kurang baiknya sebuah kualitas tulisan.

    Baca juga : Contoh Teks Ulasan Singkat Beserta Struktur dan Penjelasannya

    Tujuan Menulis Resensi

    Jadi apa sih sebenarnya tujuan untuk menulis resensi?

    Tujuan menulis resensi yaitu :

    1. Membantu pembaca mengetahui gambaran atau penilaian umum dari sebuah buku atau hasil karya secara ringkas.
    2. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
    3. Menguji kualitas buku dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya.
    4. Memberi masukan kepada penulis buku berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, serta substansi buku.

    Sistematika Resensi

    Sistematika resensi yaitu :

    1. Judul Resensi

    Ingat ya, judul resensi bukan judul karya yang sedang diresensi. Berbeda ya, jadi ketika kita membuat resensi sebenarnya kita sedang membuat karya baru loh meskipun pembuatannya itu dari menilai karya orang lain itu tidak masalah.

    Jadi ketika kita membuat sebuah karya baru, ada baiknya kita memberi nama karya kita. Memberi nama itu berarti kita memberikan judul terhadap karya kita, pastikan membuat judul yang menarik ya.

    2. Identitas Karya yang Diresensi

    Kemudian sistematika yang kedua adalah identitas karya atau identitas buku, jadi ketika kita meresensi sebuah buku apa saja sih identitas yang harus kita cantumkan?

    Yaitu adalah nama bukunya, penulisnya, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman dan kalau misalnya kalian mengetahui berapa harga buku tersebut bisa dicantumkan.

    Kalau misalnya kita meresensi film, maka yang kita tuliskan adalah judul filmnya, pemainnya siapa saja, sutradara dan produser nya siapa, kemudian rumah produksinya itu dari mana, dan durasinya berapa.

    Jadi ketika menuliskan identitas karya itu menyesuaikan kalau buku ya, kalian tuliskan selengkap-lengkapnya identitas dari bukunya tapi kalau film otomatis film itu kan tidak ada penciptanya tetapi sutradara dan pemainnya menyesuaikan.

    3. Pendahuluan

    Yang ketiga adalah pendahuluan, jadi kita sudah mulai masuk ke dalam paragraf pertama dari resensi biasanya paragraf pertama resensi itu tidak langsung membahas tentang resensi dari buku tersebut puisinya apa kelebihan dan kekurangannya apa.

    Tapi kita akan menuliskan bisa latar belakang penulisnya atau latar belakang penulisan karya tersebut. Bisa kita jabarkan dahulu intinya pendahuluan itu seperti kita memberikan makanan pembuka sebelum kita masuk ke dalam makanan inti.

    Contoh kalimat pendahuluan resensi :

    Setelah lama vakum dan membuat banyak penggemarnya penasaran Andrea Hirata kembali menggegerkan dunia perbukuan dengan novel Ayah, yang kabarnya sudah naik cetakan pasca diluncurkan sang Laskar Pelangi kembali membuat fenomena baru dengan novel kesembilannya ini.

    Dari pendahuluan tersebut kita bisa mengetahui bahwa ternyata Andrea Hirata membuat kehebohan lagi ketika membuat novel Ayah, dan sudah mulai dicetak yang kedua atau masuk ke dalam cetakan yang kedua.

    Nah itu adalah contoh pendahuluan sebelum masuk ke dalam novel Ayah itu
    seperti apa diberi latar belakang sedikit tentang penulisnya atau latar belakang penulisannya.

    4. Sinopsis (Ringkasan atau Ikhtisar)

    Sistematika yang keempat adalah masuk ke dalam sinopsis, ringkasan atau ikhtisar dari karya. Jadi dalam sinopsis kita menjabarkan sedikit dari cerita di dalam buku tersebut seperti apa sih atau cerita di dalam film itu seperti apa.

    Nah kita bisa memberikan sedikit sinopsis di dalam resensi tersebut.

    5. Inti/Isi resensi (Keunggulan& Kekurangan Buku)

    Sistematika yang kelima adalah inti dari resensi inti dari resensi tentu saja isinya adalah tentang penilaian, kelebihan dan kekurangan sebuah karya tersebut.

    Di dalam inti isi resensi ini kita menjabarkan penilaian kita terhadap karya tersebut

    6. Penutup (Tanggapan Serta Manfaat Bagi Pembaca)

    Kemudian sistematika yang terakhir adalah penutup, di dalam penutup kita memberikan tanggapan atau masukan atau kira-kira manfaatnya itu ketika kita membaca itu seperti apa atau karya tersebut kira-kira membawa manfaat yang
    seperti apa.

    Kaidah Kebahasaan Resensi

    Selanjutnya adalah kaidah kebahasaan dari resensi, di dalam resensi bahasa yang digunakan tuh Seperti apa ya?

    1. Menggunakan Konjungsi

    Kaidah kebahasaan resensi yang pertama adalah menggunakan konjungsi, tahu ya
    konjungsi itu apa?

    Konjungsi adalah kata penghubung, nah macam-macam konjungsi itu ada banyak
    sekali tetapi yang sering dipakai di dalam resensi itu ada tiga yakni konjungsi penerang, konjungsi temporal, dan konjungsi sebab-akibat.

    Konjungsi penerang adalah menjelaskan atau menerangkan tentang suatu hal contohnya adalah yakni, yaitu, bahwa, merupakan dan lain-lain.

    Konjungsi yang kedua adalah konjungsi temporal, konjungsi temporal adalah konjungsi tentang urutan waktu. Jadi dalam konjungsi temporal contohnya adalah setelah itu, sesudah itu, lalu, kemudian dan lain-lain.

    Konjungsi yang ketiga adalah konjungsi penyebab berisi tentang sebab akibat terjadinya sesuatu. maka contohnya adalah karena, sebab, akibatnya dan lain-lain.

    2. Menggunakan Pernyataan

    Kemudian kaidah kebahasaan resensi yang kedua adalah menggunakan pernyataan yang berupa saran.

    Jadi ketika tadi kita membahas mengenai resensi, kita tahu kan bahwa ada penyampaian saran kita terhadap penulis? maka di dalamnya ada sebaiknya, seharusnya, hendaknya itu merupakan pernyataan saran.

    3. Menggunakan Kata Serapan

    Dan kaidah kebahasaan yang ketiga adalah menggunakan kata serapan, Jadi Bahasa Indonesia itu bersifat dinamis atau bahasanya itu berkembang terus.

    Salah satunya adalah bahasa Indonesia menyerap bahasa asing maupun bahasa daerah, jadi jenis kata serapan itu ada banyak sekali ya.

    Ada dengan cara adopsi, adaptasi dan lain-lain. Nah contoh dari kata serapan ada alergi, Nah jadi bahasa Inggris kemudian di bahasa Indonesia kan menjadi alergi atau Bahasa Indonesia Itu.

    Juga bisa berasal dari bahasa Arab yakni contohnya adalah kata abad merupakan bahasa Arab dan tetap ditulis abad.

    Itu tadi adalah pembahasan kita tentang resensi dari pengertian resensi, tujuan, sistematika hingga kaidah kebahasaan nya. Jadi tujuan dari materi resensi ini tentu saja adalah kalian bisa membuat atau menulis resensi dari sebuah karya.