Metode Penelitian Kualitatif: Tujuan, Jenis dan Ciri-Cirinya

Metode penelitian kualitatif merupakan metode yang lebih mengutamakan sesuatu pada aspek pemahaman secara mendalam, biasanya terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian abstraksi. Metode penelitian kualitatif ini biasanya dominan menggunakan teknik menganalisis secara mendalam atau istilahnya yaitu indepth analysis. indepth analysis yaitu mengkaji suatu permasalahan secara kasus perkasus, hal ini dikarenakan metodologi kualitatif yakin bahwa sifat suatu masalah yang satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.

[rb_related title=”Baca juga : ” total=”2″]

Tujuan Metode Penelitian Kualitatif

Tujuan metode penelitian kualitatif yaitu menjelaskan fakta, kenyataan atau kejadian secara mendalam dengan mengumpulkan data secara ilmiah. Pada penelitian ini jika semakin mendalam penelitian suatu data maka bisa dikatakan semakin baik kualitas penelitian tersebut, yang artinya metode penelitian ini cenderung bersifat subjektif yang tidak dapat diabstraksikan secara umum pada objek tertentu.

Jenis-Jenis Metode Penelitian kualitatif

Metode penelitian kualitatif ini biasanya digunakan dalam penelitian ilmu komunikasi ataupun ilmu sosial. Dalam penelitian ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu Fenomenologi, Etnografi, studi kasus, metode teori dasar dan metode historis. Berikut penjelasannya :

A. Fenomenologi

Penelitian fenomenologi yaitu penelitian yang dilakukan khusus pada kejadian atau kenyataan dan realita yang nampak untuk dijelaskan. Fenomelogi bertumpu pada penggalian data dalam menemukan makna yang mendasar dari kejadian atau relita pengalaman yang dialami objek penelitian. Kata lain Fenomenologi yaitu phainomenon yang berasal dari bahasa yunani dan memiliki arti penampakan diri.

B. Etnografi

Jenis penelitian etnografi ini sangat berbeda jauh pada penelitian Fenomenologi. Etnografi yaitu metode penilitian yang pada dasarnya melihat atau mengacu pada kajian bahasa seperti dalam berperilaku sosial, masyarakat serta bagaimana bahasa tersebut diimplementasikan berdasarkan konsep budaya yang terkait.

Kajian pada penelitian etnografi ini memiliki dua konsep dasar yaitu aspek bahasa dan aspek budaya. Aspek bahasa biasa disebut dengan linguistik, yang dimana bahasa dianggap sebagai sistem terpenting dalam berbudaya masyarakat. Aspek budaya biasa disebut dengan antropologi yaitu setiap budaya mempunyai bahasa yang berbeda-beda dalam suatu masyarakat.

C. Metode Teori

Metode teori yang biasa disebut juga dengan grounded theory yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah teori dan memperkuat teori yang sudah ada sebelumnya, kemudian dikajilah sebuah teori tersebut dengan prinsip-prinsip dan dasar-dasar yang ada. Dalam metode penelitian ini, ada baiknya seorang peneliti memilah mana kejadian atau kenyataan yang dapat dikatakan kejadian inti dan mana yang tidak bisa diambil untuk dibentuknya sebuah teori.

D. Metode Historis

Metode historis pada penelitian ini mempunyai fokus terhadap penelitian yang berupa kejadian atau peristiwa yang sudah berlalu dan dilakukannya rekonstruksi yang lalu dengan adanya sumber data yang masih ada hingga saat ini. Sumber data yang dimaksud dapat ditemukan dari berbagai catatan sejarah, laporan verbal, artifak, sanksi hidup yang bisa di pertanggung jawabkan kebenaran atas sumber data tersebut.

E. Studi Kasus

Studi kasus yang dimaksud yaitu studi yang meneliti sebuah kasus atau kejadian (fenomena) tertentu yang terdapat pada masyarakat yang dilakukan secara instens (mendalam) untuk digunakan dalam mempelajari latar belakang, landasan teori, keadaan dan interaksi yang terjadi. Dilakukannya studi kasus pada sebuah kesatuan sistem yang dapat berupa sebuah program, peristiwa, kejadian atau sekelompok orang (individu) yang ada pada kondisi atau keadaan tertentu.

Ciri-Ciri Metode Penelitian Kualitatif

Secara umum ciri-ciri metode ini terbagi menjadi 5 bagian. berikut rincian dan penjelasannya :

  • Menekankan pada makna – dalam meneliti sebuah objek, kita harus dapat berfokus menggali, meneliti suatu fenomena dengan tetap berfokus pada makna yang diteliti.
  • Deskriptif analitis – yaitu penelitian yang mengumpulkan datanya dalam bentuk penjelasan. Biasanya jika dalam bentuk tabel dan angka maka akan terdapat penjelasan.
  • Menggunakan teori yang sudah ada – Pada umumnya ketika akan melakukan penelitian, biasanya kita mengacu pada pedoman teori yang sudah digunakan. Hal ini dikarenakan untuk pembatasan dari objek penelitian.
  • Bersifat Induktif – penelitian yang diawali dengan adanya data kejadian yang ada dilapangan dan dipaparkan menjadi teori.
  • Pentingnya proses penelitian – Dalam sebuah penelitian hendaklah mengutamakan proses penelitian yang sedang berlangsung dan tidak menetapkan pada hasil yang ingin di raih.

Demikianlah penjelasan mengenai metode penelitian kualitatif ciri-ciri dan jenis-jenisnya. Metode penelitian kualitatif sangat banyak digunakan dalam penelitian tugas akhir (Skripsi), maka dari itu kamu harus bisa memahami bagian-bagian dan maksud yang terdapat pada metode penelitian kualitatif ini.

Tinggalkan komentar