Karangan Deskripsi: Pengertian dan Contoh Singkat

Karangan deskripsi di kutip dari bahasa inggris description yang artinya berhubungan dengan kata kerja. Contoh :

“Seorang Dosen arsitektur yang berpengalaman akan mampu mendeskripsikan bagian-bagian perancangan bangunan, perancangan fisik kota dan beberapa penggunaan aplikasi yang mendukung dalam pembuatan konsep perancangan sehingga dalam benak mahasiswa dan mahasiswi perancangan bangunan itu tervisualisasikan seperti keadaan yang sebenarnya”.

Berdasarkan Contoh diatas memuat bahwa karangan deskripsi merupakan karangan yang lebih mengutamakan sudut pandang pelukisan terhadap sebuah benda sebagaimana adanya. Berdasarkan namanya Description yang artinya menulis tentang, menguraikan sesuatu hal.

Penggambaran sesuatu dalam karangan deskripsi ini memerlukan kecermatan, penelitian dan pengamatan. Hasil pengematan ini dituangkan oleh penulisan dengan menggunakan kata-kata yang kaya akan nuansa dan bentuk. Penulis harus bisa dan mampu mengembangkan suatu objek melalui rangkaian kata-kata yang penuh arti dan makna sehingga dapat menarik peminat dalam membaca karangan tersebut.

Pengertian Karangan Deskripsi

Karangan deskripsi adalah sebuah karangan tulisan yang tujuannya meningkatkan pengalaman serta pengetahuan pembaca dengan membayangkan atau melukiskan kenyataan objek yang sebenarnya. Dalam penulisan karangan, seorang penulis tidak diperkenankan untuk mencampuradukkan keadaan sebenarnya dengan interpretasinya sendiri.

Agar karangan sesuai dengan tujuan dari penulisnya, maka diperlukan sebuah pendekatan. Pendekatan merupakan cara penulis melihat atau meneliti sesuatu yang akan dituliskan. Penulis sangat perlu memahami sikap tertentu untuk memperoleh gambaran tentang sebuah objek yang ditulis. Pendekatan terdiri dua yaitu pendekatan realistis dan pendekatan impresionistis.

1 – Pendekatan Realistis

Dalam pendekatan realistis penulis dituntut memotret benda subjektif sesuai dengan keadaan yang dilihatnya. Ia bersikap seperti sebuah kamera yang mampu membuat detail – detail, rincian secara lengkap, tidak dibuat-buat dan harus dirasakan oleh pembacanya.

Contoh Pendekatan Realistis

” Predikat IDT (Inpres Desa tertinggal) bagi Desa Tunggu lurus, Tulungagung hampir lenyap sama sekali. Rumah warga yang dulunya berdinding anyaman bambu, kini hanya berjumlah hitungan jari. Yang ada kini rumah tembok bercorak modern, bertiang beton yang berukir dan berjendela kaca riben. Di atas genting berwarna – warni terpancang antena televisi, bahkan rumah – rumah disana berparabola dan rata-rata berlantai keramik dan kamar mandinya pun tak lagi beratapkan langit.” (Disunting dari “Potret Desa Pemasok TKI Tulung angung. Arif Purbadi, Media Indonesia, 12 Agustus 2002)

2 – Pendekatan Impresionistis

Pendekatan Impresionistis adalah pendekatan yang berusaha menggambarkan sesuatu secara subjektif, dengan pendekatan ini bermaksud agar setiap penulis bebas dalam memberi pandangan atau interpretasi terhadap bagian-bagian yang dlilihat, dinikmati atau dirasakan. Ini sesuai dengan sikap seorang seniman atau sastrawan dalam mengekpresikan sebuah kejadian atau peristiwa.

Contoh Pendekatan Impresionistis

” Digelarkanlah sehelai tikar berwarna coklat bambu yang kasar dan lusuh juga dikotori oleh bintik-bintik cat yang mengering. Seorang lelaki yang masih muda menempatkan tube-tube cat minyak dan mengatur jenis warnanya. sebuah kaleng bekas minyak cat dan sehelai lap diletakkan di dekatnya. Tampak pula sebuah kanvas kosong yang ukurannya cukup besar dan sudah direntangkannya pada bingkainya, dipancangkan pada sandaran kayu dampir tegak di pinggir tikar itu.

Bau minyak cat merangsang memenuhi udara sekitar, sedang sinar pagi yang lembut bermain-main diatas rambut perak yang sudah menipis karena kelanjutan usia. Janggut dan kumisnya yang sudah memutih dan tidak mau tumbuh lebat, kulitnya keriput. Seluruh kemunculan lelaki tua itu mengungkapkan bahwa ia tidak begitu memperhatikan kerapian. Ada sebuah tatapan yang tajam dan lembut sekligus dibalik matanya yang miring, yang mengingatkan kita kepada seorang pelukis potret atau kepada seseorang yang dalam sekilas pintas dapat membaca firasat orang lain, namun dari wajahnya yang mudah tersenyum, memancarkan keakraban dan keramahan yang mengasikkan.

itulah Erlangga, sebagaimana ia dikenal oleh orang – orang sekitar. menyaksikan Affandi melukis memanglah sangat mengasyikkan karena caranya yang lain daripada yang lain. kemunculan yang menarik perhatian, membuat orang yang selalu mengerumuninya saat ia sedang melukis. Demikian juga kali ini, orang-orang Bali di Tanjung Bungkok, tempat lokasi melukisnya dikerumuni orang-orang dengan penuh penasaran menantikan apa yang akan dilakukan oleh Erlangga yang nampaknya agak gelisah. Mungkinkah ia dalam luapan emosional dan kosentrasi sekaligus ? ………..”

Contoh Karangan Deskripsi

Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai

” Taman bukit gelanggang merupakan taman salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang dimana sebelumnya taman ini merupakan lapangan sepak bola yang luas pada tahun 2003 dan sekarang menjadi salah satu tempat rekreasi keluarga. Taman ini juga bisa disebut dengan alun-alun kota dumai. Walaupun terkesan sederhana taman ini menjadi destinasi masyarakat sekitar dumai, taman ini dilengkapkan dengan kuliner atau jajanan serta permainan untuk anak – anak dan tempat duduk santai yang memadai.

Selain itu, taman ini juga digunakan dalam setiap event apapun seperti MTQ, acara formal dan non formal, bazar dan lainnya. Taman bukit gelanggang terletak di Jl. Jend. Sudirman tepatnya di depan kantor walikota lama. Taman ini selalu ada perubahan dari waktu kewaktu sehingga membuat kita terasa nyaman dan aman ketika santai.”

Contoh karangan diatas saya menggunakan pendekatan Realistis dikarenakan nyata adanya taman tersebut yang berada di Kota Dumai.

Demikianlah karangan Deskripsi dan contoh karangan berdasarkan pendekatannya. Kamu bisa membuat karangan ini lebih detail dan lengkap seperti diatas. Kamu harus bisa membedakan karangan deskripsi dan juga teks dekripsi.

Tinggalkan komentar