Jenis-Jenis Kalimat

Jenis-Jenis Kalimat

Sebelumnya saya sudah membahas mengenai pengertian kalimat dan unsur-unsur kalimat. Bagi teman-teman yang belum membaca dan memahami pengertian dan bentuk pola S-P-O-K dari unsur-unsur kalimat, boleh dibaca artikel sebelumnya.

Jenis-jenis kalimat dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan Jumlah klausanya, berdasarkan fungsinya, berdasarkan kelengkapan unsurnya dan berdasarkan susunan subjek dan predikatnya. Berikut adalah Tabel dari Jenis-jenis Kalimat :

Baca juga : Contoh Kalimat Interogatif

Jenis KalimatBagian Jenis KalimatSub-Bagian Jenis Kalimat
Berdasarkan Jumlah Klausanya1. Kalimat Tunggal
2. Kalimat Majemuk
1. Kalimat Tunggal terdiri dari :
Kalimat Nominal, Kalimat Ajektival, Kalimat Verbal, Kalimat Numeral
2. Kalimat Majemuk terdiri dari :
Majemuk setara dan majemuk bertingkat
Berdasarkan Fungsi dari Isinya1. Kalimat berita (deklaratif)
2. Kalimat tanya (Interogatif)
3. Kalimat Perintah (Imperatif)
4. Kalimat seru (Eksklamatif)
Berdasarkan Kelengkapan Unsurnya1. Kalimat Lengkap (Kalimat Mayor)
2. Kalimat tidak lengkap (Kalimat Minor)
Berdasarkan susunan Subjek dan Predikat1. Kalimat Versi
2. Kalimat Inversi

Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausanya

jenis kalimat yang berdasarkan jumlah klausanya terbagi menjadi 2 bagian yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.

1 – Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang pada umumnya terdiri dari satu klausa. Kalimat tunggal ini hanya mengandung satu unsur kalimat yaitu S-P-O-Pel dan Ket. Akan tetapi dari kelima unsur tersebut tidak diwajibkan atau tidak seharusnya muncul sekaligus dalam sebuah kalimat, hal ini dikarenakan sebuah unsur kalimat minimal mengandung Subjek dan Predikat. Unsur pembentuk kalimat yang paling utama yaitu S dan P yang semuanya serba tunggal, inilah yang dinamakannya kalimat tunggal.

Contohnya :

  1. Kami Siswa/Siswi Iindonesia. (Kalimat Nominal)
  2. Jawaban Bayu sangat tepat. (Kalimat Ajektival)
  3. Kambing-kambing sedang merumput. (Kalimat verbal)
  4. Mobil Bapak Hermawan ada sepuluh. (Kalimat Numeral)

Kalimat tunggal biasanya dapat dilengkapi atau diperluas lagi dengan adanya penambahan satu unsur kalimat yaitu Objek, Pelengkap dan keterangan. Selain itu, Subjek dan Objek dapat diperluas dengan adanya berbagai keterangan. Jadi, Kalimat tunggal itu tidak seharusnya berupa kalimat singkat atau kalimat pendek.

2 – Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang merupakan gabungan dari dua atau lebih daripada kalimat tunggal. Perbedaan dari kalimat majemuk dan kalimat tunggal yaitu Kalimat tunggal hanya terdiri dari satu klausa sedangkan kalimat majemuk terdiri dari lebih dari satu klausa, Bisa terdiri dari dua klausa, tiga klausa dan lebih klausanya. Contohnya :

jenis jenis kalimat majemuk dan contohnya

Pada contoh diatas dapat dijelaskan bahwa kalimat majemuk bisa mempunyai Predikat lebih dari satu, Tetapi untuk Subjek sebenarnya ganda. Pada contoh (1) merupakan kalimat majemuk setara, yang menjadi penandanya yaitu memisahkan klausa dalam kalimat majemuk setara antara lain adanya penggunaan kata penghubung (Konjungsi) dan.

Pada contoh (2) merupakan kalimat majemuk bertingkat, Hal ini dikarenakan klausa yang kedua merupakan hasil dari perluasan klausa pertama. Penanda yang memisahkan kedua klausa dalam kalimat majemuk bertingkat ataupun setara ini yaitu penggunaan kata penghubung Ketika.

Didalam kalimat majemuk terbagi menjadi 2 bagian yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Kedua kalimat ini dapat dilihat pada contoh diatas beserta keterangannya. Berikut penjelasan mengenai pemecahan antara kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. yaitu :

  • Kalimat Majemuk Setara adalah kalimat yang mempunyai ciri-ciri seperti dibentuknya dari dua atau lebih kalimat tunggal, Letak setiap kalimat sederajat dan kata penghubung yang menghubungkan klausa-klausa kedalam kalimat majemuk setara yang jumlahnya cukup banyak.
  • Kalimat Majemuk Bertingkat adalah kalimat yang derajat klausa pembentuknya yang tidak setara dikarenakan klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama. Kata konjungsi yang menghubungkan klausa-klausa majemuk bertingkat berbeda dengan konjungsi pada kalimat majemuk setara.

Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsinya

Menurut buku-buku yang sudah ada seperti dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia menyebutkan berdasarkan fungsi isinya atau maknanya kalimat dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu : Kalimat Berita (Deklaratif), Kalimat Tanya (Interogatif), Kalimat Perintah (Imperatif) dan Kalimat seru (Ekslamatif). Kalimat ini dicirkan oleh intonasi yang pada bahasa lisan, berbeda pada bahas tulis yang dicirikan adanya tanda baca pada akhir kalimat.

  • Kalimat berita (Deklaratif) adalah kalimat yang digunakan oleh pembicara untuk menyatakan suatu berita kepada kawan komunikasinya.
  • Kalimat Tanya (Interogatif) adalah kalimat yang digunakan oleh penulis untuk mendapatkan informasi yang berupa jawaban dari kawan komunikasinya.
  • Kalimat Perintah (Imperatif) adalah kalimat yang digunakan jika pembicaranya ingin menyuruh atau melarang orang melakukan sesuatu hal.
  • Kalimat Seru (Ekslamatif) adalah kalimat yang digunakan oleh pembicara untuk mengungkapkan perasaan emosi yang kuat dan termasuk kejadian yang memerlukan reaksi spontan.

Baca juga : Contoh Gagasan Pokok

Jenis Kalimat Berdasarkan Kelengkapan Unsurnya

Jenis kalimat ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu Kalimat tidak lengkap yang biasanya disebut kalimat Minor dan kalimat Lengkap yang biasanya disebut Kalimat Mayor.

1 – Kalimat Mayor

Kalimat Mayor adalah kalimat yang lengkap unsur-unsurnya. kalimat mayor terdiri dari 3 jenis Dalam pembagiannya yaitu berdasarkan Pola kalimatnya. Pola kalimat disini yaitu menggunakan Subjek, Predikat dan Objek . ketiga jenis pola kalimatnya yaitu :

  • S – P yaitu kalimat yang menggunakan subjek dan predikat
  • S – P – O yaitu kalimat yang menggunakan subjek, Predikat dan Objek
  • S – P – O – K yaitu kalimat yang menggunakan subjek, Predikat, Objek dan Keterangan

Untuk masing-masing contoh dari ketiga jenis pembagian kalimat mayor bisa dilihat pada unsur-unsur kalimat.

2 – Kalimat Minor

Kalimat minor atau disebut dengan kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak lengkap unsurnya. Hal ini terjadi dikarenakan wacana pembicaraan sudah diketahui oleh pelakunya. Kalimat ini pada umumnya tidak menggunakan Predikat atau Subjek. Contohnya :

Susi  : Ada siapa diluar ?
Widya : Kakak.
Susi  : Apakah kakak sudah tau rahasia kami ?
Wiyda : Belum

Kalimat tak lengkap yang lainnya juga terdapat pada slogan, pentunjuk, ucapan dan lainnya.

Jenis Kalimat Berdasarkan Subjek dan Predikatnya

Jenis kalimat ini terdiri menjadi 2 bagian yaitu kalimat versi dan kalimat inversi. Berikut adalah penjelasannya.

1 – Kalimat Versi

Kalimat versi merupakan kalimat sebuah kalimat yang memiliki pola dasar kalimat yaitu Subjek, Predikat, Objek, Pelengkap dan Keterangan (S – P – O – Pel – Ket). Kalimat versi ini sama hal nya dengan unsur-unsur kalimat. Contoh kalimat versi ini bisa Teman-teman membaca di artikel sebelumnya mengenai unsur-unsur kalimat.

2 – Kalimat Inversi

Kalimat Inversi yaitu Kalimat yang Predikanya mendahului Subjek. Urutannya yaitu Predikat – Subjek (P – S), Hal ini dikarenakan penggunaan untuk penekanan atau ketegasan makna. Sangat berbeda dengan kalimat versi yang memiliki pola dasar kalimat. Kata atau frasa dalam kalimat inversi ini yang pertama kali muncul dalam tuturan akan menjadi kata kunci yang akan mempengaruhi makna dalam hal menimbulkan kesan tertentu. Contohnya :

  • Menangis adikku karena sedihnya.
  • Berlari polisi mengejar maling
  • Matikan Kompor itu
  • Sepakat kami untuk menolong mereka
  • Bercerita panjang lebar Host itu dalam acara berita.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis kalimat beserta contohnya. Jenis-jenis kalimat ini digunakan dalam penulisan dan dalam pelajaran bahasa indonesia. Kita diwajibkan untuk mengetahui apa saja tentang kalimat seperti apa itu kalimat, unsur-unsur kalimat, jenis-jenis kalimat dan hal lainnya yang berhubungan dengan kalimat. Hal ini dikarenakan jika teman-teman menjadi penulis maka penulisan membutuhkan kalimat yang jelas dan tepat sesuai dengan kaidah bahasa indonesia. Baca juga : Contoh Kata Sifat