FARMAKOGNOSI: Polisakarida, Amilum, Amilosa

Yo. Readers..

Assalamualaikum.. bagaimana kabarnya hari ini? semoga selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan.

Kali ini, saya akan membahas satu sub materi spesial dari bahasan sebelumnya yang karbohidrat karena ini pembahasannya cukup panjang. Jadi di harapkan lebih dapat di pahami dan di mengerti. Enjoy!

Polisakarida

Polisakarida merupakan karbohidrat yang memiliki 2 bentuk. Yaitu :

  • Homoglikan : polisakarida yang memiliki satu tipe monosakarida saja.
  • Heteroglikan : polisakarida yang tersusun oleh lebih dari satu tipe monosakarida.

Pati atau amilum.

Pati atau yang di sebut juga amilum merupakan golongan yang termasuk pada golongan polisakarida, terdiri dari 2 tipe, yaitu :

  • Amilosa : terdiri dari banyak rantai glukosa tanpa cabang.
  • Amilopektin : terdiri dari lebih banyak cabang polimer.

Umumnya amilum ini mengandung 15-35% amilosa.

Merupakan senyawa yang dapat terurai oleh enzim alfa amilase.

Amilosa

Amilosa merupakan polimer yang terdiri dari d – glukosa dengan n sebanyak 200 – 300. Alfa 1,4 nya merupakan ikatan glikosidik. Merupakan senyawa yang memilki kelarutan yang baik meski dalam air dingin.

Amilopektin

Merupakan senyawa dengan fraksi yang tak dapat larut dari amilum. Memiliki ikatan silang setiap 12-20 residu glukosa.

Glikogen

Polimernya terdiri dari ikatan alfa 1,4 d – glukosa dengan ikatan silang alfa 1,6. Ikatan silangnya ini 3 kali lebih banyak dari amilopektin.

Glikogen ini juga merupakan bentuk energi yang di simpang oleh kelompok mamalia, termasuk manusia. Di simpannya di hati dan otot.

Glikogen ini cepat terurai menjadi glukosa di darah.

Selulosa

Merupakan senyawa dengan polimer linier dari ikatan beta 1,4 d – glukosa dengan jumlah n kurang dari 3000.

Selulosa merupakan senyawa dengan kelarutan yang baik di dalam air. Komponen terbesarnya terdapat di kayu dan juga di dinding sel tumbuhan.

Mamalia menghasilkan enzim beta glikosidase.

Selulosa ini dapat di hasilkan dari marga gossypium, al : G.hirsutum L.

Derivat selulosa

Selulosa itu dapat di ubah menjadi bentuk ester atau eter.

Jika di ubah secara esterifikasi dapat menghasilkan selulosa nitrat dan asetat. Kedua senyawa ini sangat berguna untuk industri plastik, film, filter dan lainnya.

Jika di ubah dengan cara eterifikasi, maka akan menghasilkan senyawa dengan awalan metil-, etil-, propil-, dan senyawa karboksimetilselulosa. Zat ini berguna untuk industri farmasi dan kosmetik.

Gom dan mucilago

Gom dan mucilago ini adalah makromolekul dari polisakarida yang jika di larutkan atau kontak dengan air maka akan membentuk larutan koloidal atau gel.

Gom dan mucilago ini juga merupakan polimer yang mengandung lebih dari satu jenis monosakarida dan biasanya terdapat kandungan asam uroat. Kedua zat ini terdapat sebagai garam Na, K atau Ca dengan gugus asam glukoronat.

Gom lebih larut dalam air, tak seperti mucilago yang memiliki kelarutan yang cukup jelek di dalam air.

Gom

Gom memiliki 4 jenis, yaitu :

  • Gom arab. Berasal dari getah batang tanaman acacia sp. Atau dari di hidrolisis d – galaktosa, l – arabinosa, l – ramnosa, dan asam – glukoronat.
  • Gom prosopis. Di hasilkan dari tanaman prosopis sp. Atau dapat juga hasil dari hidrolisis l – arabinosa, d – galaktosa, asam 4 – o – metilglukoronat.
  • Gom ceri. Berasal dari tanaman prunus sp. Atau di hasilkan dari hasil hidrolisis l – arabinosa, d – xilosa, d – manosa, d – galaktosa, asam d – glukoronat.
  • Guar gom. Berasal dari biji cyamopsis tetragonolobus L. Terdiri dari galaktomanan, beta 1,4 – d – manosa linier dengan alfa 1,6 – d – galaktosa pada tiap unit d – manosa.

Penggunaannya biasanya oleh industri kertas, makanan, dan tekstil. Pada farmasi di gunakan sebagai disintegrator tablet, emulsigator, dan juga laksatif.

Mucilago

Terdiri dari 2 jenis, yaitu :

  • Mucilago linum. Berasal dari linum sp. Atau dapat juga di hasilkan dari hidrolisis d – xilosa, l – galaktosa, l – ramnosa, dan asam d – glukoronat.
  • Mucilago plantago. Berasal dari tanaman plantgo sp. Atau dapat di hasilkan juga dari hidrolisis d – xilosa, l – arabinosa, l – ramnosa, dan asam d – glukoronat.

Penggunaannya sebagai laksativ

Kategori Farmasi

Tinggalkan komentar