FARMAKOGNOSI: Pengertian Lignan, Lignin, Kumarin dan Aktivitasnya

Yo. Readers..

Assalamualaikum.. bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu..

Kali ini saya akan membahas sub materi dari lignan. Semoga membantu dan terpahami ya, Enjoy!

Lignan

Lignan merupakan suatu kelompok dari metabolit sekunder yang banyak di temukan di alam. Strukturnya memiliki ciri khas seperti di bangun oleh 2 unit fenilpropanoid dengan ikatan β, β’-, kalau ikatannya selain dua itu maka di sebut ikatan neoligan.

Istilah ligan ini sendiri di perkenalkan oleh Hawory pada tahun 1936 untuk menyebutkan dimer dari fenilpropanoid.

Aktivitas dari ligan

Senyawa ligan ini memiliki aktivitas diantaranya :

  • Anti virus
  • Anti kanker
  • Cancer prevention
  • Anti radang
  • Anti mikroba
  • Anti oksidan
  • Immunosupresive
  • Hepatoprotective
  • Osteoporosis prevention

Lignin

Lignin ini merupakan suatu polimer organik aromatik alam yang paling banyak di temukan pada tumbuhan berpembuluh. Lignin bersama dengan senyawa selulosa dan hemiselulosa merupakan suatu komponen utama dinding sel serat semua tumbuhan dengan spesies kayu dan rumput dalam dunia tumbuhan.

Kumarin

Kumarin ini bisa di klasifikasi menjadi :

  1. Kumarin sederhana
  2. Furanokumarin
  3. Dihidrofuranokumarin
  4. Piranokumarin
  5. Fenilkumarin
  6. Bikumarin

Aktivitas kumarin

senyawa kumarin memiliki aktivitas sebagai berikut :

  • Anti radang atau anti inflamasi

Senyawa Esculetin (3) yang di isolasi dari cichorium intibus dan bougainvillea spectabillis wild dari senyawa nyctaginaceae terbukti pada penelitian mampu menghambat radang pada tikus yang sebelumnya di induksi oleh trinitrobenzenesulfonic acid. Senya esculetin (3) ini juga dapat menghambat enzim siklooksigenase dan lipooksigenase.

  • Anti koagulan

Senyawa dicoumarol (4) pada tumbuhan melilotus oficinallis memiliki aktivitas sebagai anti koagulan atau menghambat koagulasi pada darah.

  • Anti bakteri

Senyawa anthogenol (7) dari tanaman green fruits aegle marmelos dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri enterococcus.

Senyawa imperatorin (2), furanocoumarin dari tanaman angelica dahurica dan angelica archangelica pada spesies umbelliferae memiliki aktivitas dengan menghambat pertumbuhan bakteri shigella dysenteriae.

Senyawa grandivittin (8), agasyllin (9), aegelinol benzoate (10), dan ostole (11) yang di isolasi dari akar ferulago campestris pada spesies apiaceae.

  • Anti virus

Senyawa inophyllum A, senyawa inophyllum B, senyawa inophyllum C, senyawa inophyllum E, senyawa inophyllum P, senyawa inophyllum G1, dan senyawa inophyllum G2 yang merupakan hasil isolasi dari giant africa snail dari spesies achatina fulica.

Senyawa calanoide A dan senyawa calanoide B yang merupakan hasil isolasi dari daun tanaman chalophyllum lanigerum spesies clusiaceae.

Semua senyawa tersebut memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan virus pada penderita HIV.

  • Anti kanker

Senyawa grandivittin, senyawa agasyllin, senyawa aegelinol benzoate, dan senyawa ostholle yang merupakan senyawa hasil isolasi dari ferulago sp di ketahui memiliki aktivitas pertumbuhan sel kanker di paru.

Senyawa chartreusin di ketahui memiliki aktivitas anti tumor terhadap murine L1210, P388 leukimia dan B16 melanoma.

Senyawa demethyl chartreusin merupakan senyawa yang sudah di ketahui memiliki aktivitas anti tumor dan antibiotik yang di hasilkan dari streptomyches chartreusis.

  • Anti hipertensi

Senyawa chellactone yang merupakan senyawa hasil pengisolasian dari tanaman phlojodicarpus sibiricus di ketahui memiliki aktivitas vasodilatasi atau memberikan efek relaksasi pada otot atau pembuluh darah.

Senyawa visnadine yang merupakan hasil isolasi dari buah tanaman amni visnaga memiliki aktivitas periferal dan juga sebagai vasodilator koronari

  • Anti tuberculosis

Senyawa umbelliferone, senyawa phellodenol, senyawa psolaren, senyawa scopoletin, senyawa bergapten, senyawa s – marmesin, senyawa s – rutaretin, dan senyawa xantyletin yang merupakan senyawa hasil isolasi dari tanaman fatoua pilosa.

Senyawa scopoletin dan senyawa umbelliferone aktiv dapat menghambat pertumbuhan myobacterium tuberculosis H37 Rv.

  • Anti konsulvan

Senyawa impherathorin dan senyawa asthole menunjukkan aktivitas anti konsulvan ketika di lakukan penelitian pada mencit.

  • Anti adipogenik

Senyawa fraxidin, senyawa fraxin, senyawa fraxetin, senyawa esculletin dan senyawa esculin yang merupakan hasil isolasi dari batang tanaman fraxinus rhynchopella menunjukkan potensi anti adipogenik paling aktif terhadap pre adypocate cell.

  • Anti hiperglikemik

Senyawa fraxidin di ketahui dapat menghambat pembentukan nitrit acid oksid sintase dan menunjukkan aktivitas anti hiperglikemik.

Kategori Farmasi

Tinggalkan komentar