FARMAKOGNOSI: Pengertian Karbohidrat dan Penggolongannya

Yo. Readers..

Assalamualaikum.. Bagaimana kabarnya hari ini? semoga selalu di sehatkan dan berbahagia.

Kali ini, saya akan membahas sub materi tentang karbohidrat. Sepertinya ini sudah cukup umum di ketahui oleh banyak orang. Namun, ijinkan saya kembali membahasnya sedikit lebih rinci. Enjoy!

Pendahuluan Karbohidrat

Karbohidrat merupakan suatu konstituen utama pada setiap mahluk hidup.

Pada tumbuhan, karbohidrat ini berfungsi sebagai elemen penunjang struktur jaringan sellulosa, sebagai cadangan energi dalam bentuk pati, sebagai konstituen pembentuk metabolit lain seperti asam amino dan koenzim juga sebagai prekursor pembentukkan senyawa yang lainnya.

Metabolit primer karbohidrat

Metabolit primer karbohidrat ini merupakan hasil senyawa yang secara langsung memiliki fungsi dan terlibat pada proses metabolisme utama, jalur katabolisme, dan juga jalur anabolisme mahluk hidup.

  • Penyebarannya merata pada setiap organisme.
  • Memiliki fungsi yang universal. Seperti sumber energi, enzim, pengemban keturunan, dan bahan struktur.
  • Memiliki perbedaan struktur kimianya kecil.
  • Keaktifan fisiologis berkaitan dengan struktur kimia, contohnya karbohidrat, protein, lipid dan asam amino.

Metabolit sekunder karbohidrat

Metabolit sekunder karbohidrat ini merupakan senyawa yang tidak memiliki fungsi untuk ikut campur dalam pertumbuhan, juga perkembangan mahluk hidup secara langsung, dimana senyawa tersebut ini hanya berperan penting dalam kelangsungan hidup dan interaksi dengan lingkungan.

  • Penyebarannya tak merata pada tiap organisme.
  • Memiliki fungsi yang cenderung ekologis seperti sebagai penarik serangga, pelindung diri, alat bersaing dan hormon.
  • Memiliki struktur kimia yang berbeda
  • Keaktifan fisiologis memiliki kaitan dengan struktur kimia, contohnya : flavonoid, steroid, alkaloid, tanin, kuinon, triterpenoid dan lain-lain.

Penggolongan karbohidrat

Senyawa karbohidrat dapat di golongkan sebagai berikut :

  • Monosakarida : terdiri dari 1 sakarid
  • Disakarida : terdiri dari 2 sakarid
  • Oligosakarida : terdiri dari banyak sakarida
  • Polisakarida : terdiri dari banyak ikatan sakarida

Monosakarida

  • Dengan formula umumnya yaitu Cn(H2O)n.
  • Memiliki ciri adanya gugus karbonil seperti aldosa atau aldehid dan ketosa atau keton.
  • Memiliki jumlah atom karbon 5 (pentosa) atau 6 (heksosa)

Contoh monosakarida : glukosa, fruktosa dan ribosa.

Tata nama :

  • Penamaan berdasarkan jumlah atom karbonnya. Contoh : tetrosa, pentosa, heksosa, heptosa dan seterusnya. Juga di tentukan dengan gugus karbonilnya
  • Penomoran atom karbon di mulai dengan karbon aldehid atau ketosa.

Furan dan firan

  • Furan : merupakan suatu monosakarida yang memilki bentuk segilima.
  • Firan : merupakan monosakarida yang memiliki bentuk segi enam.

Glukosa dan manosa

  • Pada dasarnya, glukosa dan manosa merupakan suatu senyawa epimer.
  • Glukosa bisa di sebut juga dengan nama dekstrosa, senyawa ini terdapat di dalam darah, maka di sebut juga sebagai gula darah yang jika kadarnya berlebih akan menyebabkan hiperglikemia lalu diabetes melitus.
  • Glukosa merupakan senyawa yang di hasilkan dalam banyak tanaman, tapi untuk tujuan tertentu dapat di peroleh dengan cara hidrolisis secara enzim amilum yang merupakan kombinasi dari enzim alfa amilase dan amiluglosidase.
  • Glukosa dalam bentuk anhidrat dan monohidrat dapat di gunakan sebagai campuran dalam obat.
  • Glukosa dalam bentuk cairan yang di sebut glukosa liquid bisa di gunakan dengan cara injeksi untuk pasien yang mengalami malnutrisi dan hipoglikemia (kekurangan kadar gula darah)

D – fruktosa

D – fruktosa ini merupakan senyawa karbohidrat yang terdapat dalam banyak buah. Secara industri di hidrolisis dari inulin.

Bisa di gunakan sebagai pareteral feeding pengganti gula untuk pasien diabetes melitus, bisa juga di gunakan sebagai pemanis makanan. Karena senyawa ini 1,7x lebih manis daripada sukrosa.

D – sorbitol

Senyawa ini banyak terdapat pada beberapa buah dengan spesies rocaceae, terutama pada tanaman sorbus aucuparia L. Secara industri di hasilkan dengan cara reduksi elektronik d – glukosa.

Bisa di gunakan sebagai pengganti sukrosa pada pasien penderita dibetes melitus dan banyak di gunakan pada industri makanan.

D – manitol

Secara industri dapat di hasilkan dari epimerisasi d – glukosa dalam media alkali lalu di lanjutkan dengan reduksi secara elektronik.

Senyawa ini di gunakan sebagai zat laksativ, sebagai zat tambahan dalam sediaan padat, bisa terdapat dalam makanan dan pemanis untuk diabetes.

Biasanya terdapat getah batang manna.

Kategori Farmasi

Tinggalkan komentar