Contoh Konjungsi Temporal

Contoh Konjungsi Temporal

Konjungsi Temporal merupakan kata hubung yang mengacu pada waktu yang mengaitkan kedua kejadian. Konjungsi temporal ini hampir sama dengan ketiga jenis kalimat seperti kalimat imperatif, kalimat deklaratif dan kalimat interogatif. Contoh yang terdapat pada konjungsi temporal juga selalu diucapkan di kehidupan sehari-hari. Kalian bisa membaca dan memahami penjelasan konjungsi temporal di bawah ini. Baca juga : Contoh Soal Pernyataan

Pengertian Konjungsi Temporal

Konjungsi biasa disebut dengan kata sambung yang berarti kata untuk mengaitkan Ungkapan-ungkapan, kalimat-kalimat atau kata-kata dan tidak menimbulkan tujuan atau maksud lain. Konjungsi temporal adalah kata konjungsi atau kata hubung yang dapat menjelaskan ikatan atau hubungan waktu dari dua masalah atau kejadian yang berbeda. Kata ini termasuk kata hubung yang sangat erat karena berhubungan dengan waktu.

Jenis-Jenis Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal juga memiliki jenis-jenis yang bisa di pahami, Konjungsi temporal ini sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat.

  • Konjungsi Temporal sederajat adalah kata hubung waktu sederajat, jenis kata sambung yang memiliki sifat yang sama atau sederajat. Kata hubung ini biasanya juga dapat digunakan pada kalimat majemuk yang bersifat setara. Konjungsi ini tidak boleh ditempatkan pada bagian awal maupun akhir kalimatnya, namun harus berada pada tengah-tengah kalimat. Contoh katanya yaitu sebelumnya, lalu, sesudahnya,kemudian, dan  selanjutnya.
  • Konjungsi Temporal tidak sederajat adalah kata sambung yang menghubungkan beberapa kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat. Kata hubung ini dapat juga berguna untuk jenis kalimat majemuk. Konjungsi tersebut bisa terletak di awal kalimat, tengah kalimat ataupun di akhir kalimat. Contoh katanya : Manakala, bila , sebelum, apabila, sejak, sementara, ketika, demi, tatkala, sambil, sebahagian, waktu, semenjak.

Baca juga : Contoh Kalimat Deklaratif

Contoh Konjungsi Temporal

Berikut adalah contoh konjungsi temporal berdasarkan jenisnya :

Contoh – Konjungsi Temporal Sederajat

  • Riska sedang mencuci pakaian, sebelumnya ia telah menyapu rumah
  • Fadil pergi bermain, sebelumnya ia telah mengerjakan PR
  • Vina merupakan pengusaha laundry, sebelumnya ia hanya menjadi IRT
  • Keyla sedang memasak nasi, sesudahnya menggoreng ikan
  • Kami telah mengikuti tes tertulis, selanjutnya akan tes wawancara
  • Kakak mencuci ikan lalu menggoreng hingga kering
  • Adik diberikan tugas rumah oleh ibu, kemudian ia mengerjakannya
  • Fitri akan segera makan siang sesudahnya ia akan sholat Zuhur

Baca juga : Contoh Gagasan Pokok

Contoh – Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

  • Sinta berkerja keras sejak dia masih duduk di bangku SD
  • Semenjak aku pindah sekolah, aku tidak mendapatkan teman baru
  • Demi ingin masuk Universitas Favorit, ia harus belajar dengan tekun
  • Waktu kamu makan, kamu lupa untuk mencuci piring
  • Tatkala ibu sedang marah, ika malah pergi kekamar
  • Ririn sekolah sambil bekerja
  • Banyak yang pergi kekantin sebelum bel istirahat berbunyi
  • Ketika lilis menegur, rina selalu membuang muka
  • Kami akan mengerjakan tugas apabila kamu datang.

Perbedaan konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat

Dalam isitilah lain kedua konjungsi ini disebut juga sebagai konjungsi temporal bertingkat. Berdasarkan penjelasan diatas berserta contoh kalimat konjungsi temporal sederajat maupun tidak sederajat dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa perbedaan antara konjungsi temporal sederajat dan konjungsi temporal tidak sederajat pada tabel dibawah ini :

Perbedaanya Konjungsi Temporal SederajatKonjungsi Temporal Tidak Sederajat
Contoh KataSebelumnya, kemudian, selanjutnya, lalu, setelahnya, dan sesudahnyaBilamana, sejak, demi, waktu, bila, apabila, hingga, waktu, sementara, dan Ketika
LetakBerada pada tengah kalimatLetaknya bisa diawal, bisa tengah dan juga di akhir kalimat

Demikianlah penjelasan mengenai contoh konjungsi temporal dan penjelasan yang lainnya. Untuk teman-teman yang masih belajar semoga memahami penjelasan diatas. Baca juga : Contoh Fabel