Contoh Fabel

Teman-teman pasti sudah pernah mendengar atau membaca cerita fabel. Tapi tahukah kamu cerita fabel dan cerita fantasi itu sama-sama teks narasi ? Iya teks narasi mencakup semua jenis tulisan atau lisan yang mengandung unsur cerita. Hampir setiap hari kita terlibat dengan cerita. Berbicara dengan teman sambil menceritakan sesuatu adalah kegiatan bercerita. Cerita fabel ini bisa kita rangkai sesuai dengan pemikiran kita, tetapi cerita fabel juga harus menggunakan strukur fabel agar ceritanya sesuai dengan alur dari awal hingga akhir. Baca juga : Contoh Kalimat Imperatif

Pengertian Fabel

Fabel berasal dari bahasa lain yaitu Fabulat. Fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manuasia. Fabel termasuk ke dalam jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Fabel sering juga disebut dengan cerita moral karena pesan yang ada didalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang di ibaratkan pada binatang. Karakter binatang dalam cerita fabel dianggap mewakili karakter manusia dan diceritakan mampu bertindak seperti manusia tetapi tidak menghilangkan karakter binatangnya. Tokoh fabel adalah binatang.

Baca juga : Contoh Kalimat Utama

Jenis Fabel

1. Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, Fabel di bedakan menjadi 2 yaitu fabel alami dan fabel adaptasi.

  • Fabel alami menggunakan watak tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata. Contohnya : Kura-kura diberi watak lamban, singa buas dan ganas. Selain itu, fabel alami menggunakan alam sebagai latar (Hutan, sungai, kolam, dsb)
  • Fabel Adaptasi adalah fabel yang memberikan watak tokoh dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata dan menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar (dirumah, jalan raya). Contohnya landak yang pemalu berulang tahun dirumah makan.

2. Ditinjau dari kemunculan pesan dibedakan fabel dengan koda dan tanpa koda

  • Fabel yang menggunakan koda berarti fabel dengan memunculkan secara eksplisit pesan di akhir cerita. Alur fabelnya yaitu dimulai pengenalan, mulai munculnya masalah, masalah memuncak, dan ditutup dengan pemecahan masalah dengan pesan-pesan eksplisit.
  • Fabel tanpa menggunakan koda berarti tidak memberikan secara eksplisit pesan pengarang di akhir cerita. Alur fabelnya sama dengan fabel menggunakan koda. Baca juga : Contoh Konjungsi Temporal

Struktur Fabel

Fabel merupakan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisikan pendidikan moral dan budi pekerti). Fabel ini memiliki empat bagian dalam strukturnya yaitu :

  • Orientasi ==> bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar, tempat dan waktu.
  • Komplikasi ==> konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain, komplikasi menuju klimaks.
  • Resolusi ==> Bgaian yang berisi pemecahan masalah
  • Koda ==> Koda ini boleh ada dan boleh tidak yaitu bagian teakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Baca juga : Contoh Gagasan Pokok

Contoh Fabel

kucing Pemalas Menjadi Rajin

Disebuah rumah hiduplah seekor kucing. Kucing tersebut bernama moli. Moli sudah lama tinggal dirumah itu. Moli tinggal dirumah tersebut ketika pemilik rumah menemukan sang kucing di pinggir jalan.

Setiap hari pekerjaannya tidur di atas kasur, bawah kolong meja, karpet, bahkan di tanah. Tubuhnya gemuk dan gerakannya lambat. Si moli selalu menunggu pemilik rumah makan, lalu ketika pemilik rumah sedang makan si moli akan bergelayutan di kaki pemilik rumah dengan harapan supaya diberi makanan. Pada suatu hari si moli bermain ke hutan belakang rumah, lalu ia bertemu seekor kucing liar. setelah pertemuan tersebut mereka menjadi akrab dan kemudian berteman.

Pada hari berikutnya mereka bertemu di tempat yang sama, bermain bersama, berlari dan saling kejar-kejaran. Ketika bermain kejar-kejaran moli selalu kalah cepat dari kucing liar. kucing liar merasa heran mengapa temannya sangat lambat dan nafasnya juga terengah-engah.

Kucing liar menawarkan bantuan kepada moli supaya gerakannya menjadi cepat dan tubuhnya menjadi ramping. Moli pun dengan senang hati menerima tawarannya, meskipun ia sendiri belum tahu bentuk batuan yang akan diberikan temannya tersebut.

Keesokan harinya mereka bermain kejar-kejaran lagi, ketika moli berlari dengan lambat kucing liar sengaja menabrak dari belakang sehingga moli terjatuh sampai ia mencium tanah. Moli marah dan langsung mengejar kucing liar, kucing liar menghindar dengan berlari sangat cepat. Kejar-kejaran terjadi berulang-ulang sampai hari menjelang sore. Keduanya kecapean dan moli pulang dengan rasa dongkol dihatinya karena tidak dapat membalas tindakan kucing liar.

Pada hari berikutnya mereka saling berkejar-kejaran lagi seperti biasa. Namun, ada perasaan heran dalam hati moli, moli merasakan gerakannya menjadi lebih cepat dari biasanya, dan sekarang ia bisa menyamai kecepatan larinya dengan kucing liar.

Pada saat beristirahat moli menceritakan perubahan pada dirinya kepada temannya tersebut. kucing liar hanya bisa tersenyum dan berkata itulah bantuan yang ia maksud. Tanpa disadari oleh moli ternyata ia telah belajar bagaimana cara berlari dengan cepat. Dengan gerakannya yang cepat tersebut moli dapat mencari makan sendiri dengan menangkap tikus yang ada dirumah.

Akhirnya moli menjadi kucing yang rajin mencari makana, ia tidak bergantung lagi terhadap belas kasihan pemilik rumah. Pemilik rumah juga merasa senang karena tikus-tikus yang berkeliaran dirumah sekarang tidak tampak lagi.

Baca juga : Contoh Observasi

Demikian lah penjelasan mengenai Fabel dan Contoh fabel. Cerita fabel hampir sama dengan cerita fantasi, tetapi juga ada yang menjadi perbedaan. Untuk memudahkan teman-teman dalam memahami fabel ini, alangkah baiknya teman-teman dapat membuat sebuah contoh fabel sesuai dengan strukturnya sesuai penjelasan diatas.

Share on:

Tinggalkan komentar